Rabu, 15 Oktober 2014

Alasan-Kan Pekerjaanmu !!!


Selamat buat kita-kita yang udah ketrima judul skripsinya. Semangat semester ini buat ngerjain, kalau ada yang males, males dan males banget buat serius, patut kita cubit sekeras-kerasnya. Biar bangun dan taubat, sadar pula bahwa waktu kian berlari meninggalkan kita kalau kita nggak lari juga. Oke, cubit sekeras-kerasnya kalau ada yang masih sibuk dengan hal yang gak penting terus lupa dengan hal yang penting.


Cah, hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengerjakan skripsi doa dulu yuk hmmmmm. Doa biar dilancarkan oleh-Nya, karena sebaik apapun rencana kita, serapi mungkin tapi kalau Allah gak izinin segera kelar (karena ada hikmah lain, nikah mungkin) ya gak bakal kelar to? Makanya, kalau kumpul jangan sering bahas begituan hehehe kalau emang kita belum siap.

Fokus. Hal pertama adalah alasan. Ya, kalau alasannya lulus itu alasan jangka pendek, tapi kalau kita punya alasan misal memang kelak kita punya gawe di masa mendatang dengan tema judul skripsi kita, jauh akan lebih keren kan? Misal judul tingkat insomnia pada lansia, bisa jadi itu salah satu PR  (kesmas) buat “memberdayakan lansia” lebih produktif lagi, baik dibidang hati, pikiran, dan fisik. Satu hal saja kita tekuni, hidup itu enak. Syaratnya : sungguh-sungguh.

Atau judul ISPA? Penyakit yang selayaknya dan sebenarnya  bisa dicegah dengan aturan-aturan sehat. Kelak, siapa tau kita menjadi pionir gimana pendidikan kesehatan khusus bidang ISPA. Keren dan berguna kan ilmu kita? 

Hal yang kita kerjain mungkin sederhana, namun kelak akan bermanfaat ketika kita kerjain dengan sungguh-sungguh. Minimal manfaat untuk diri kita, terlebih untuk orang lain. Mungkin, kita yang besok bantuin ambil data kejadian kutu rambut (pedikulosis) adalah hal sepele, namun hal itu penting untuk di ilmui. Pendidikan di pondok yang harus kondusif untuk belajar, minimal sehat secara rambut kan? (Hehe, ^_*) kesmas berperan dimana saja kan? Bukan saatnya sekarang mikirin STR, tapi kompetenkan kita?

Semangat buat kita atas apa yang memberi manfaat untuk kita. Lupakan "politik" wwoooooh ( Hehe), biarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka (kalo bisa diingatkan), dan kita kerjakan apa yang harus dikerjakan. Dan tentu meniatkan kuliah, belajar, skripsi hanya untuk ibadah. Mendalami setiap ilmu-Nya, hingga kita memberi kemanfaatan kepada semua manusia. Cubit kalau malas, agar sadar, taubat, dan mengerjakan. :P


*spesial buat temen2 :) 


Selasa, 14 Oktober 2014

Nasehat



Cerita sederhana, “Hidup ini adalah sebuah episode pendek menuju jalan yang panjang.” Alangkah ruginya orang apabila orang dengan perjalanan itu tidak berakhir pada keberhasilan ataupun kebahagiaan. Setiap pilihan hidup seperti berada dalam perempatan, maka belok kekanan atau kekiri akan menentukan hidup kita kelak. Hendak kemana kalian? Seni dalam kehidupan ini adalah memutuskan. Memutuskan kemana kita, ngapain kita, misi kita, cara hidup kita. Pilihanmu, memutuskan untuk dilamar atau melamar (haha ^_*)? 

Terkadang kita memang sangat antusias dan semangat untuk melakukan apapun yang kita sukai, terlebih lagi memberi manfaat kepada diri sendiri. Akan tetapi begini, terkadang ada hal-hal yang sangat penting untuk kita, namun kita tidak suka. Contoh sederhananya berbicara, bagi orang  yang (menganggap diri) introvert berbicara adalah sesuatu yang jarang, apalagi di depan orang banyak. Padahal, ada hal-hal penting yang bisa jadi harus diluruskan jika memang salah, atau ada hal-hal sangat krusial untuk disampaikan, berarti ilmu berbicara dalam saat itu penting kan? 

“Jangan hanya lakukan apa yang anda sukai, namun sukai, cintai, apa-apa yang penting bagimu dan kolektif.”

Jumat, 03 Oktober 2014

Wanita



Pekerjaan wanita apapun itu, yang utama adalah seorang istri bagi suami yang tidak melalaikan kewajibannya. Selanjutnya, apapun kiprah lainnya tentu dalam rangka mendekatkan diri dan bekerja untuk Allah. Apa yang kita kerjakan, harus diilmui. Tak terkecuali menjadi seorang wanita dambaan surga. Banyak hal yang harus dipelajari, termasuk bagaimana wanita-wanita terdekat Rasulullah yang mulia. Wanita-wanita itu dididik langsung oleh Rasullah untuk menjadi tangguh. 


Khadijah Binti Khuwailid
Sayyidah Saudah binti Zam`ah
`Aisyah binti Abu Bakar
Hafshah binti Umar
Zainab binti Khuzaimah
Ummu Salamah
Zainab binti Jahzy
Juwairiyyah binti Harits
Sayyidah Shafiyyah
Ummu Habibah Ramlah Binti Abu Sufyan
Sayyidah Maimunah binti Harits
Halimah As Sa`diyyah
Ummu Sulaim
Ummu Haram binti Milhan
Ummu Alman Barakah Binti Tsa`labah
Fathimah binti Asad
Asm` binti Abu Bakar
Sumayyah binti Khutbah (Ummu `Ambar)
Ummu `Amarah Nusaibah binti Ka`ab
Ummu Hisyam binti Haritsah
Kabsyah Binti Rafi` ( Ummu Sa`ad)
Fathimah Binti Rasulullah  

Jumat, 26 September 2014

Tangguh, agar Kamu Menangguhkan !!!

Bersemangatlah !!!


Kerjakan apa yang kamu mampu dan membuatmu bahagia, itu sepenggal pesan dalam film “3 Idiots.” Kita sadar bahwa apa yang kita suka membawa manfaat banyak, tetapi terkadangpula produksi alasan untuk tak mengerjakan itu bisa kita kerjakan. Gak konsisten sederhananya. Lalu teringatlah beberapa waktu sering dibahas di beberapa forum (forum selasasore dan garasi), tiga point penting untuk menjadi seseorang yang “tangguh” dimata Allah.



“Bersungguh-sungguhlah terhadap apa-apa yang bermanfaat untukmu, memintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa lemah” #forumselasasore 

Banyak hal yang ada di hadapan kita, banyak pilihan yang harus kita pilih untuk dikerjakan. Maka langkah bijak seharusnya kita benar-benar mengilmui apa itu yang harus kita kerjakan, bermanfaat atau tidak. Bermanfaat untuk kehidupan jangka panjang (Long Term Orientation) adalah bahan pertimbangan. Tentu bermanfaat untuk hidup orang banyak pula, walaupun pekerjaan itu sederhana. Ohya, terkadang kita gak sadar kita melakukan sesuatu yang sepele atau sederhana tapi itu justru bermanfaat kebaikan bagi hajat orang banyak. 

So, tetapkan apa yang akan kita dalami dan sungguhi untuk dikerjakan. Sesuatu yang apabila kita kerjakan bisa membuatmu bahagia. Kalaupun kita gak suka, namun kita memahami bahwa hal itu adalah penting untuk dilakukan, tetap di kerjakan. Sesuatu yang gak kita suka bukan berarti gak baik buat kita, justru Allah memilihkan jalan itu untuk kebaikan kita. Rencana Allah adalah apa yang terjadi. Kemudian minta Allah memberi kemudahan, karena Allah yang akan memudahkan segala urusan itu. 

Bagaimana kita meminta pertolongan? Mintalah dengan berdoa dengan sebaik-baik penghambaan. Meminta Allah memudahkan urusan yang kita urus karena dalam hati kita hanya niat membantu urusan-Nya. Meminta segala ketangguhan atas fisik kita, keluarga kita, finansial kita dan semuanya yang akan kita gunakan. Allah Maha Kaya, Allah Maha Perkasa. Beruntunglah mereka yang selalu mengingat-Nya, berdoa pada-Nya, dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk meminta. 

Kita udah tau hal yang kita kerjakan bermafaat atasmu dan atas orang banyak, udah berdoa dengan sebaik-baik doa kepada-Nya, akan tetapi ada diantara kita yang cepat putus asa, cepat mengeluh dengan apa yang dikerjakan. Mudah nglokro kalau dalam bahasa jawa. Maka, mungkin saja dalam hati kita belum seyakinnya Allah akan membayar apa yang kita kerjakan. Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang dilakukan setiap manusia yang membantu urusan-Nya. Allah yang akan membeli setiap dagangan kita, tanpa kita merasa dirugikan. Maka, tangguhlah dan bersabarlah. Bersabar untuk tetap tidak melakukan kesia-siaan dan bersabar mengerjakan kebaikan. Jadilah tangguh, agar kamu menangguhkan !!!

Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

*Refleksi dan terspesial untuk adek-adek