Selasa, 14 Oktober 2014

Nasehat



Cerita sederhana, “Hidup ini adalah sebuah episode pendek menuju jalan yang panjang.” Alangkah ruginya orang apabila orang dengan perjalanan itu tidak berakhir pada keberhasilan ataupun kebahagiaan. Setiap pilihan hidup seperti berada dalam perempatan, maka belok kekanan atau kekiri akan menentukan hidup kita kelak. Hendak kemana kalian? Seni dalam kehidupan ini adalah memutuskan. Memutuskan kemana kita, ngapain kita, misi kita, cara hidup kita. Pilihanmu, memutuskan untuk dilamar atau melamar (haha ^_*)? 

Terkadang kita memang sangat antusias dan semangat untuk melakukan apapun yang kita sukai, terlebih lagi memberi manfaat kepada diri sendiri. Akan tetapi begini, terkadang ada hal-hal yang sangat penting untuk kita, namun kita tidak suka. Contoh sederhananya berbicara, bagi orang  yang (menganggap diri) introvert berbicara adalah sesuatu yang jarang, apalagi di depan orang banyak. Padahal, ada hal-hal penting yang bisa jadi harus diluruskan jika memang salah, atau ada hal-hal sangat krusial untuk disampaikan, berarti ilmu berbicara dalam saat itu penting kan? 

“Jangan hanya lakukan apa yang anda sukai, namun sukai, cintai, apa-apa yang penting bagimu dan kolektif.”

Jumat, 03 Oktober 2014

Wanita



Pekerjaan wanita apapun itu, yang utama adalah seorang istri bagi suami yang tidak melalaikan kewajibannya. Selanjutnya, apapun kiprah lainnya tentu dalam rangka mendekatkan diri dan bekerja untuk Allah. Apa yang kita kerjakan, harus diilmui. Tak terkecuali menjadi seorang wanita dambaan surga. Banyak hal yang harus dipelajari, termasuk bagaimana wanita-wanita terdekat Rasulullah yang mulia. Wanita-wanita itu dididik langsung oleh Rasullah untuk menjadi tangguh. 


Khadijah Binti Khuwailid
Sayyidah Saudah binti Zam`ah
`Aisyah binti Abu Bakar
Hafshah binti Umar
Zainab binti Khuzaimah
Ummu Salamah
Zainab binti Jahzy
Juwairiyyah binti Harits
Sayyidah Shafiyyah
Ummu Habibah Ramlah Binti Abu Sufyan
Sayyidah Maimunah binti Harits
Halimah As Sa`diyyah
Ummu Sulaim
Ummu Haram binti Milhan
Ummu Alman Barakah Binti Tsa`labah
Fathimah binti Asad
Asm` binti Abu Bakar
Sumayyah binti Khutbah (Ummu `Ambar)
Ummu `Amarah Nusaibah binti Ka`ab
Ummu Hisyam binti Haritsah
Kabsyah Binti Rafi` ( Ummu Sa`ad)
Fathimah Binti Rasulullah  

Jumat, 26 September 2014

Tangguh, agar Kamu Menangguhkan !!!

Bersemangatlah !!!


Kerjakan apa yang kamu mampu dan membuatmu bahagia, itu sepenggal pesan dalam film “3 Idiots.” Kita sadar bahwa apa yang kita suka membawa manfaat banyak, tetapi terkadangpula produksi alasan untuk tak mengerjakan itu bisa kita kerjakan. Gak konsisten sederhananya. Lalu teringatlah beberapa waktu sering dibahas di beberapa forum (forum selasasore dan garasi), tiga point penting untuk menjadi seseorang yang “tangguh” dimata Allah.



“Bersungguh-sungguhlah terhadap apa-apa yang bermanfaat untukmu, memintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa lemah” #forumselasasore 

Banyak hal yang ada di hadapan kita, banyak pilihan yang harus kita pilih untuk dikerjakan. Maka langkah bijak seharusnya kita benar-benar mengilmui apa itu yang harus kita kerjakan, bermanfaat atau tidak. Bermanfaat untuk kehidupan jangka panjang (Long Term Orientation) adalah bahan pertimbangan. Tentu bermanfaat untuk hidup orang banyak pula, walaupun pekerjaan itu sederhana. Ohya, terkadang kita gak sadar kita melakukan sesuatu yang sepele atau sederhana tapi itu justru bermanfaat kebaikan bagi hajat orang banyak. 

So, tetapkan apa yang akan kita dalami dan sungguhi untuk dikerjakan. Sesuatu yang apabila kita kerjakan bisa membuatmu bahagia. Kalaupun kita gak suka, namun kita memahami bahwa hal itu adalah penting untuk dilakukan, tetap di kerjakan. Sesuatu yang gak kita suka bukan berarti gak baik buat kita, justru Allah memilihkan jalan itu untuk kebaikan kita. Rencana Allah adalah apa yang terjadi. Kemudian minta Allah memberi kemudahan, karena Allah yang akan memudahkan segala urusan itu. 

Bagaimana kita meminta pertolongan? Mintalah dengan berdoa dengan sebaik-baik penghambaan. Meminta Allah memudahkan urusan yang kita urus karena dalam hati kita hanya niat membantu urusan-Nya. Meminta segala ketangguhan atas fisik kita, keluarga kita, finansial kita dan semuanya yang akan kita gunakan. Allah Maha Kaya, Allah Maha Perkasa. Beruntunglah mereka yang selalu mengingat-Nya, berdoa pada-Nya, dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk meminta. 

Kita udah tau hal yang kita kerjakan bermafaat atasmu dan atas orang banyak, udah berdoa dengan sebaik-baik doa kepada-Nya, akan tetapi ada diantara kita yang cepat putus asa, cepat mengeluh dengan apa yang dikerjakan. Mudah nglokro kalau dalam bahasa jawa. Maka, mungkin saja dalam hati kita belum seyakinnya Allah akan membayar apa yang kita kerjakan. Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang dilakukan setiap manusia yang membantu urusan-Nya. Allah yang akan membeli setiap dagangan kita, tanpa kita merasa dirugikan. Maka, tangguhlah dan bersabarlah. Bersabar untuk tetap tidak melakukan kesia-siaan dan bersabar mengerjakan kebaikan. Jadilah tangguh, agar kamu menangguhkan !!!

Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

*Refleksi dan terspesial untuk adek-adek

Sabtu, 30 Agustus 2014

Berbagi Definisi

Tema ini mungkin selalu menjadi topik hangat di setiap pembicaraan. Baik antar lelaki, antar wanita, atau secara terbuka di grup-grup media sosial yang berisi dua insan ciptaan Allah tersebut. Apalagi jika isi orang-orang didalamnya adalah sepantaran angkatan kuliah, angkatan umur, yang secara berurutan mendapati taqdir untuk menggenapkan setengah dien.

Kali ini, aku teringat oleh pernyataan nasihat dari ustadz,
"Bahwa urusan menikah adalah urusan keyakinan. Maka, apabila kamu belum siap dengan segala persiapan yang harus, diamlah. Itu lebih baik kamu lakukan dan segeralah persiapkan diri."

Setiap orang tentu memiliki visi jangka panjang dalam hidupnya. Kira-kira dalam umur 40 tahun kelak, ada kondisi-kondisi baik secara lahir dan hati yang ingin didapatkan. Tentu ini rencana manusia, rencana Allah yang terbaik. Termasuk hal-hal yang dicitakan, untuk dunia terlebih akhirat. Bagaimana kiprahnya, kondisi keluarganya, kondisi masyarakat, dan mungkin bisa jadi bagi mereka yang begitu mencintai Indonesia karena Allah, akan banyak hal-hal besar yang ingin dilakukan.

Ya, urusan menikah adalah urusan keyakinan. Kamu yakin terhadap Allah atas semua ketetapan-Nya, yakin urusan niat adalah karena-Nya, urusan keyakinan bahwa menikah adalah urusan untuk makin menguatkan tegaknya kebaikan dimanapun berada kaki berpijak, urusan menikah bukan hanya menyatukan dua insan, tapi dua misi dua khalifah untuk memakmurkan dua insan.

Bagi seorang wanita, melayakkan diri seperti Fatimah untuk Ali bin Abi Thalib adalah mempersiapkan
Bagi wanita dimanapun, melayakkan diri seperti Khadijah yang ia hibahkan dirinya untuk mengabdi kepada Allah dengan menjadi istri Rasulullah adalah mempersiapkan

Tetap bersabarlah. Jaga hatimu, jaga pandanganmu ...
Lagi, kala itu bincang-bincang dengan beliau,
"Ketika dihadapkan dua orang wanita yang sama-sama beriman, namun berbeda dalam hal pendidikan, pilihlah yang berilmu lebih tinggi. Itu lebih baik untukmu, anak-anakmu, dan keluargamu."

Wanita, siapkan dari sekarang. Berkontribusi, mewarnai, dan berpengaruhlah dimanapun kamu. Dengan kemampuanmu, dengan doamu. Jika kamu berani diri seperti Khadijah dengan segala apapun yang dimilikinya, melamar Muhammad untuk beribadah kepada Allah adalah salah satu bentuk ikhtiar terbaik bukan? -_-

Opo Sih

"Mbak, enak ya udah bekerja. Udah punya gaji sendiri"
"Iya, alhamdulillah. Syukuri apapun kondisi yang ada pada kamu. Belajar sebaik mungkin, hingga sukses akan menghampirimu."

Gitulah intinya kalau ada siapapun yang sedikit memuji gimana kondisiku saat ini. Semenjak SMA, bahkan kala itu aku belum wisuda, aku memutuskan udah kerja. Ya, minimal buat uang saku, uang jajan, uang bensin, walaupun terkadang masih harus minta lagi. Biaya operasional tiap hari jauh lebih besar dari pada gaji. He he

Semenjak itu, jadwal aku dimana sudah rutin. Pagi, sebelum tahun masuk kuliah (2010) dihabiskan di tempat-tempat teman. Bahkan alhamdulillah dapat tempat belajar yang sangat nyaman, ya lembaga training dan kepenulisan. Sampai sekarang.

Tahun 2011, memutuskan untuk kuliah. Dengan membawa tujuan yang saat itu pula memberanikan matur sama bapak dan ibu, "Aku kuliah" dengan harapan kehidupan lebih baik.

Tiap sore, akan ada satu alasan ketika gak ikut kuliah, atau diajak makan. Bahkan agenda ngaji sekalipun, kerja. Jadi harap maklum, karena semakin lama ternyata pekerjaan ku sekarang amat membantu gimana biaya "bebasku" untuk melakukan banyak hal.

Sekarang sudah tahun semester terakhir. Target wisuda pun ku tetapkan tahun depan, sebelum adikku menyusul untuk kuliah juga. Proposal skripsi pun sudah di acc, tinggal kerjakan. Akan tetapi keresahan yang kurasakan adl bagaimana tuntutan orang tua harus bekerja dengan kuliah selama ini.

Memang, masih ada kesempatan untuk memahamkan. So, waktunya sekarang fokus, fokus, sungguh-sungguh, bekerja sungguh-sungguh, belajar, berkarya, sehingga tetap akan bebas dengan setiap pilihan di depan mata. Termasuk pilihan pekerjaan, waktu nikah, calon suami, dan lain-lain. Tetap berkontribusi :)

Terinsipirasi dari film 3 IDIOTS,
"Kerjakan pekerjaan yang kamu mampu, dan buatmu bahagia"

(Lega kalau udah nulis)

Selasa, 26 Agustus 2014

Dinamika

Ketika kamu sibuk menunggu orang untuk bergerak, sesungguhnya itu jauh lebih melelahkan. Seharusnya, kamu putuskan untuk memulai dan bekerja. Bisa jadi, itu adalah permulaan bagi gerak-gerak berikutnya. Dinamika itu seni untuk memahami, dan seni untuk merencana gerak berikutnya.

Jika kamu merasa sendirian, bisa jadi kamu terlalu sibuk memperhatikan apa yang kamu kerjakan dan menghitung-hitung apa yang sudah kamu lakukan. Padahal terkadang kita tak menyadari bahwa kita sendirilah yang membuat pembatas antara kamu, aku, dan kita. Pantas bukan kamu merasa letih?

Kamu hanya perlu untuk membuka dan menyiapkan diri, untuk berkontribusi, tiada henti. Jangan khawatirkan masa depan, karena Allah adalah sebaik-baik perencana atas diri kita. Tugas kita adalah mempersiapkan diri, bekerja, dan berdoa. Semoga mendapat yang terbaik. Dalam hal apapun naa :)

Salam tangguh :)