L-A-G-I : LAGI yang kalo dalam bahasa inggris salah satu terjemahnya adalah AGAIN. Kata berjejer huruf yang menurutku luar biasa kandungannya jika dipikirkan lebih mendalam. Sebuah perbuatan berulang yang diharapkan makin hari makin baik sehingga mencapai tingkatan ikhtiar yang baik.
AGAIN. Berulang kali yang jika sebuah sikap dan keterampilan di lakukan, entah terpaksa atau bukan barangkali akan menjadi kebiasaan. AGAIN, lagi dan lagi kebiasaan itu beulang yang akan berujung pada sebuah karakter.
Kali ini so simple, tidak akan membahas tentang banyak hal. Yang terdekat saja (bagiku) yakni WRITE. Ya, menulis sodara2. Bagiku menulis adalah sarana pengabdian yang aku yakin dengan jalan itu aku bisa memberikan kemanfaatan kepada banyak orang lewat tulisan2 itu. Tapi, kadang jika persepsi itu sudah ada namun tidak di barengi dengan tindakan nyata, ternyata,,kosong.
WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, WRITE, …
AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, AGAIN, ..
WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN, WRITE AGAIN , WRITE AGAIN, WRITE AGAIN..
Maka ketika sebuah agenda literasi belum menjadi sebuah karakter, yang perlu dibenahi adalah ADAB belajar menulis..mengenai :niatnya, passionnya, tujuannya, impiannya, ghirahnya, dan yang tak kalah penting adalah menulis terus tanpa henti
Lagi dan lagi memang harus memperbaharui niat dalam kesungguhan berikhtiar kala sebelum, saat dan setelah menulis.
Dediacate to my friends : Eko Megawati dan Amin Novianto (TIM WRITING NAH!) . Temen seperjuangan untuk mengubah dunia dengan pena afwan jika koor selalu KALUT
Selasa, 23 Oktober 2012
Kamis, 11 Oktober 2012
BOSAN
ketika aku menulis blog ini, hari yang begitu dinantikan berjuta umat: Jumat, menjadi hari akan perenungan yang kian mendalam. Apa saja yang sudah Aku lakukan sepekan ini? dan sudahkah ku rencanakan untuk sepekan besok? Ya Robb, hati ini kian makin menangis tanpa suara sudahkah pula hari-hari ini selalu mengingat-Mu kala berbaring, berdiri, jalan, naik motor, dalam kelas,apalah itu.
Bosan. Kata yang kadang menjadi hegemoni pikiran yang menyelimuti pikian. Aku rasa hati mungkin juga. Sebuah perasaan bosan yang Aku artikan sendiri ketika jiwa dan pikiran mengalami sebuah kelelahan. Benar2 kelelahan yang sempat membuat badan tak se sehat seperti biasanya.
Bagaimana tidak,
1. Aku bosan ketika aku kuliah dari pagi jam 7 teng, dan akan menanggung malu kalau telat masuk kelas, hampir tiap hari, dan hampir tiap hari juga sampai rumah sekitar jam 10 malam. Bayangkan aja ketika aku merasa diri seorang Akhwat harus pulang malam menempuh jarak hampir 100 KM. Maka dikala siang yang indah ini, beriring khotbah Kampus Muhammadiyah ternama di kota kelahiranku, Aku berpikir, memang kamu pake niat apa melakukan semua itu? uang? materi? atau apa? bahkan jodoh, belumlah. Niat yang harus kamu perbarui selalu
2. Aku bosan banget ketika melihat diriku yang kian lama tidak segera bertaubat. Selalu menyesali kesalahan yang sama.Kerjaan numpuk, cucian numpuk, maka solusinya ingatlah maknannya dari surat Al-Ashr bahwa waktu mu akan bermanfaat jika kau beriman dan berilmu, terus mengajak yang lain kedalam kebaikan. Contohnya nie, kamu nyuruh teman2 setor naskah tapi kamu ndak nulis-nulis.
3. Aku bosan melihat selalu ada sms yang mampir ke hp, dan kamu tanggapi. Solusinya: biarkan. Allah maha tau yang terbaik buatmu. waktunya sekarang mikirin gimana tetap dekat dan mendekat dengan Allah. Menulis, kuliah, kerja, perbaiki diri, perbaiki sholat, zakat. Ingin yang Sholeh ya Mensholehkan diri terlebih dahulu.
4. Aku bosan kadang mataku selalu melihat sebuah kesuksesan itu punya motor bagus. dan selalu membandingkan yang aku pakai. Padahal, ampuni Aku Allah, semoga Engkau mengampuniku jika Aku tidak besyukur atas pemberian bapak ibu. Bukan kah motor yang Aku pakai sekarang menjadi hal terbaik menurut-Mu? ya sebuah keseimbangan Lah,,,tidak punya uang cukup banyak buat beli bensin, makanya pake motor irit.
5.Aku bosan tidak punya uang banyak yang bisa Aku gunakan untuk keperluan banyak hal. Bukan (aku bepikir ni) kalo punya uang bisa sedekah, bisa digunakan buat kebaikan? Ah, retorika hati tak berilmu. karena tidak punya uang banyak, pertanggung jwaban juga akan sedikit. Maka bersyukurlah menjadi orang "miskin", miskin harta, bukan miski ilmu. Tetep Allah tau yang terbaik.
itulah kebosananku. Berharap Allah akan memberikan hikmah dalam tiap kebosannanku hingga aku tetap istiqomah. Maka aku menyimpulkan pula, ujian keistiqomahan adalah BOSAN.
Kamis, 20 September 2012
Pilihlah Jalanmu
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan CARILAH JALAN yang mendekatjan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu mendapatkan keberuntungan.
(QS Al-Maidah :35)
Bergerak dan Menggerakkan
Ngeblog karena kepepet, yg sedang dilawan. Memang, jihad (baca:berjuang) yg lebih utama adalah melawan kemalasan struktural. Malas belajar, malas membaca, malas buka web internet yg ada ilmunya, malas sejenak saja berpikir menuliskan suara jiwa, pokoknya serba malas yg menumpuk jika tak segera di berantas akan menimbulkan suatu penyakit. Apa lagi mereka yg memiliki impian besar. Menggerakkan dunia dengan tiap potensi yang ia yakini.
Tak perlu jauh2, kali ini aku akan ngebahas tentang menulis. mungkin sudah banyak literatur yg membahasnya. sampai-sampai kalau dikumpulkan artikel itu dan lantas diprint di rentalan terdekat, uang jatah makan habis terkuras mungkin. kalo pun pake print sendiri, lumayan akan menghabiskan tinta dan kertas.
Temanya apa ya? sek, buka memori (hp). owh, kenapa menulis penting buatmu? ini aku sengaja pilih ini agar makin menguatkan diriku sendiri terlebih dahulu sebelum aku berkoar-koar membujuk semua orang yang didekatku tuk menulis. Gak lucukan ketika aku menyuruh, umpamanya untuk hidup sehat dengan gosok gigi setiap hari minimal 2 kali tapi yang nyuruh gak pernah gosok gigi. dalam dunia "pembujukan" atau bahasa abbot te dakwah, itu sama aja kita hanya dengan nafsu dalam berbuat. gak pakai ilmu. padahal, jika kita pingin sukses dunia, pakai ilmu, sukses akhirat, pakai ilmu. sukses dunia akhirat, pakai ilmu. jika kita menyuruh orang tapi kita tidak melakukan, berarti kita GAK TAU harusnya sebelum merubah orang lain, kita mengubah diri kita sendiri. Emangnya kita mau kalau kita nyuruh orang buat sholat, lagi seumpamanya, tapi gak sholat. dia masuk surga, kita masuk mana? semoga tidak.
Intinya gini, Menulis bagiku penting kenapa? itu usahaku untuk mengubah diriku menjadi lebih dekat. Dekat dengan Allah, dengan teman-teman, dekat dengan orang kaya, orang miskin, oang jelata, orang konglomerat, anak2, adek2, ibu2, bapak2, dan tentu dekat dengan kalian yang membaca tulisan ini. semoga. tak perlu jauh-jauh terhadap apa yang harus kita benahi dalam hiruk pikuk dunia ini, kaena yang lebih dekat untuk kita perbaiki adalah diri kita sendiri.
Senin, 06 Agustus 2012
Kesungguhan (lagi)
ngeblog ah. berharap jadi satu langkah kecil untuk mewujudkan misi utama manusia diciptakan di bumi, yakni, mengemban amanah sebagai khalifah dibumi. dan tentu barang sebuah konsekuensi tak membutuhkan usaha yang ecek-ecek tuk mewujudkannya. tapi butuh keistiqomahan dan kesabaran karena Allah. ya, menjadi seorang jurnalis ummat :) amiin (i) ya yang baca, dan senyum
wes, serius. satu hal yg sebenarnya bs jadikan Allah ridho atas apa yg kita lakukan. ya, kesungguhan atas apa yg kita lakukan. apapun itu. bukan kah agama ini tidak seharusnya jd maen-maen belaka. hal itu yg mustinya jadi tiap apa yg kita lakukan. tidak maen2. terhadap amanah, pekerjaan kecil, kuliah, kerjaan, pekerjaan besar, apa lagi berkaitan dengan hajat orang banyak. semua akan dipertanggungjwababkan.
kalo mengingat saudara kita di Palestina saja berjuangkan keras untuk menumbuhkn kecintaan akan Din ini, akan Rasul, kepekaan ukhuwah, maka kenapa kita tidak bersungguh-sungguh dan segera begegas mengingat akan adanya hari pertanggungjwaban besok. untuk kemudian mulai sekarang, kenali Allah, dirimu,,Islam, Rasul,, malaikat,kitab Al-Quran, untuk kemudian kita secara cerdas menentukan prioritas2 pekerjaan shg bs totalitas dalam tiap pekerjaan. dan yakinlah, Allah menyukai orang2 yg berlelah2 untuk-Nya...
Senin, 25 Juni 2012
Dimanakah Aku ?
Ah, semakin lama, ternyata juga semakin tua. Konsekuensi logis sebagai manusia yang mengemban amanah kafillah dibumi, hendaknya makin dewasa dan iman di dada makin menancap kuat. Entah beberapa hari ini, kumerasakan pula pergulatan batin yang luar biasa. Ah apakah terlalu berlebihan tapi sungguh, aku harus segera bertaubat.
Bagaimana tidak, bagi seorang pemula yang mempunyai impian tuk beri banyak kontribusi pada ummat, kadang ngerasa diri ini tak sungguh-sungguh. Entah mengenai niat yang tak lurus, komitmen yang tak kunjung istiqomah, butuh pemicu semangat tuk dakwah, astaghfirullah.
Sungguh, aku makin kehilangan akan sejatinya diriku.
Hingga, beberapa hari ini, aku harus menyelesaikan beberapa tumpukan pekerjaan karena itu tadi. Tak sungguh-sungguh dalam aktifitas. Sekedar rutinitas belaka. Tak ada ruh yang menjadikan passion itu benar hanya karena Allah. Entah bener atau enggak, yang kadang aku sibuk dengan pikiran yang justru berasal dari masalah akibat ulahku sendiri.
segeralah bertaubat, let`s Go
Jumat, 18 Mei 2012
Kesucian Dakwah
Dakwah ini begitu suci. Bagi siapa yang menodainya, maka akan langsung berurusan dengan Allah. Barang siapa yang menjadikan dakwah ini sebagai sarana tujuan bukan karena Allah, maka Allah benar-benar HANYA akan memberikan sesuai yang ia tuju. Tak lebih. Padahal, jika engkau bersungguh-sungguh kepada-Nya, maka cukuplah ridha Allah sebagai penyerta mu tuk menggapai kesuksesan dunia akhirat. Bukan kah perdagangan dengan Allah itu lebih mulia? Bukankah Allah yang akan membayar seluruh kerja keras dan tiap desah nafas kelelahan dengan kenikmatan yang tak terbayangkan?
Sungguh, Allah akan lebih professional membayar seluruh kerja kerasmu jika kau bersungguh-sungguh dakwah karena-Nya.. (annafi`ahfirdaus)
Langganan:
Postingan (Atom)
