Kamis, 30 Oktober 2014

MENDIDIK ADALAH URUSAN KITA


Oleh : Ustadz M Fatan Arifil Ulum

Menjadi pendidik, adalah menjadi murabbi, mu'allim, sekaligus muaddib.
Sebagai murabbi, pendidik bertugas membimbing anak didik, setahap demi setahap, menuju kesempurnaan sebagai hambaNya
Sebagai mu'allim, pendidik mengajarkan ilmu dari sumber yg benar, diiringi penanaman rasa takut padaNya, sehingga berbuah amal shalih
Sebagai muaddib, pendidik berkewajiban menanamkan adab-adab yg benar lagi baik kepada anak didik, sehingga menjadi perilaku sehari-hari
Maka, pendidik tidak hanya mengajar. Apalagi hanya sibuk mengejar nilai bagus di rapor.
Oleh karena itu, mendidik bukan hanya urusan guru. Bila kita inginkan generasi penerus yang unggul, mendidik harus menjadi urusan KITA.
Mendidik adalah urusan KITA : setiap orang yang menginginkan kebaikan bagi bangsa dan ummat ini.
Mendidik adalah urusan KITA : setiap orang yang memiliki anak, adik, saudara, tetangga.
Mendidik adalah urusan setiap "profesi" : guru, dosen, penulis, pedagang, tentara, polisi, hingga para sopir dan kernet.
Mendidik tak hanya urusan guru di dalam kelas; ia juga urusan para penjual di warung sekolah, satpam, hingga tukang kebun.
Mendidik tah hanya urusan sekolah dan tempat kuliah; ia juga urusan para pemilik warung makan, maupun para pemakai jalan.
Mendidik tak hanya urusan kementerian pendidikan dasar&menengah maupun kementrian pendidikan tinggi; ia juga urusan setiap pejabat negri
Mendidik adalah urusan KITA semua, yang berharap kehormatan diri dan bangsa terjaga di mata manusia, apalagi di mata Rabb kita

Sumber : Twitter @emfatan

Rabu, 15 Oktober 2014

Alasan-Kan Pekerjaanmu !!!


Selamat buat kita-kita yang udah ketrima judul skripsinya. Semangat semester ini buat ngerjain, kalau ada yang males, males dan males banget buat serius, patut kita cubit sekeras-kerasnya. Biar bangun dan taubat, sadar pula bahwa waktu kian berlari meninggalkan kita kalau kita nggak lari juga. Oke, cubit sekeras-kerasnya kalau ada yang masih sibuk dengan hal yang gak penting terus lupa dengan hal yang penting.


Cah, hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengerjakan skripsi doa dulu yuk hmmmmm. Doa biar dilancarkan oleh-Nya, karena sebaik apapun rencana kita, serapi mungkin tapi kalau Allah gak izinin segera kelar (karena ada hikmah lain, nikah mungkin) ya gak bakal kelar to? Makanya, kalau kumpul jangan sering bahas begituan hehehe kalau emang kita belum siap.

Fokus. Hal pertama adalah alasan. Ya, kalau alasannya lulus itu alasan jangka pendek, tapi kalau kita punya alasan misal memang kelak kita punya gawe di masa mendatang dengan tema judul skripsi kita, jauh akan lebih keren kan? Misal judul tingkat insomnia pada lansia, bisa jadi itu salah satu PR  (kesmas) buat “memberdayakan lansia” lebih produktif lagi, baik dibidang hati, pikiran, dan fisik. Satu hal saja kita tekuni, hidup itu enak. Syaratnya : sungguh-sungguh.

Atau judul ISPA? Penyakit yang selayaknya dan sebenarnya  bisa dicegah dengan aturan-aturan sehat. Kelak, siapa tau kita menjadi pionir gimana pendidikan kesehatan khusus bidang ISPA. Keren dan berguna kan ilmu kita? 

Hal yang kita kerjain mungkin sederhana, namun kelak akan bermanfaat ketika kita kerjain dengan sungguh-sungguh. Minimal manfaat untuk diri kita, terlebih untuk orang lain. Mungkin, kita yang besok bantuin ambil data kejadian kutu rambut (pedikulosis) adalah hal sepele, namun hal itu penting untuk di ilmui. Pendidikan di pondok yang harus kondusif untuk belajar, minimal sehat secara rambut kan? (Hehe, ^_*) kesmas berperan dimana saja kan? Bukan saatnya sekarang mikirin STR, tapi kompetenkan kita?

Semangat buat kita atas apa yang memberi manfaat untuk kita. Lupakan "politik" wwoooooh ( Hehe), biarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka (kalo bisa diingatkan), dan kita kerjakan apa yang harus dikerjakan. Dan tentu meniatkan kuliah, belajar, skripsi hanya untuk ibadah. Mendalami setiap ilmu-Nya, hingga kita memberi kemanfaatan kepada semua manusia. Cubit kalau malas, agar sadar, taubat, dan mengerjakan. :P


*spesial buat temen2 :) 


Selasa, 14 Oktober 2014

Nasehat



Cerita sederhana, “Hidup ini adalah sebuah episode pendek menuju jalan yang panjang.” Alangkah ruginya orang apabila orang dengan perjalanan itu tidak berakhir pada keberhasilan ataupun kebahagiaan. Setiap pilihan hidup seperti berada dalam perempatan, maka belok kekanan atau kekiri akan menentukan hidup kita kelak. Hendak kemana kalian? Seni dalam kehidupan ini adalah memutuskan. Memutuskan kemana kita, ngapain kita, misi kita, cara hidup kita. Pilihanmu, memutuskan untuk dilamar atau melamar (haha ^_*)? 

Terkadang kita memang sangat antusias dan semangat untuk melakukan apapun yang kita sukai, terlebih lagi memberi manfaat kepada diri sendiri. Akan tetapi begini, terkadang ada hal-hal yang sangat penting untuk kita, namun kita tidak suka. Contoh sederhananya berbicara, bagi orang  yang (menganggap diri) introvert berbicara adalah sesuatu yang jarang, apalagi di depan orang banyak. Padahal, ada hal-hal penting yang bisa jadi harus diluruskan jika memang salah, atau ada hal-hal sangat krusial untuk disampaikan, berarti ilmu berbicara dalam saat itu penting kan? 

“Jangan hanya lakukan apa yang anda sukai, namun sukai, cintai, apa-apa yang penting bagimu dan kolektif.”

Jumat, 03 Oktober 2014

Wanita



Pekerjaan wanita apapun itu, yang utama adalah seorang istri bagi suami yang tidak melalaikan kewajibannya. Selanjutnya, apapun kiprah lainnya tentu dalam rangka mendekatkan diri dan bekerja untuk Allah. Apa yang kita kerjakan, harus diilmui. Tak terkecuali menjadi seorang wanita dambaan surga. Banyak hal yang harus dipelajari, termasuk bagaimana wanita-wanita terdekat Rasulullah yang mulia. Wanita-wanita itu dididik langsung oleh Rasullah untuk menjadi tangguh. 


Khadijah Binti Khuwailid
Sayyidah Saudah binti Zam`ah
`Aisyah binti Abu Bakar
Hafshah binti Umar
Zainab binti Khuzaimah
Ummu Salamah
Zainab binti Jahzy
Juwairiyyah binti Harits
Sayyidah Shafiyyah
Ummu Habibah Ramlah Binti Abu Sufyan
Sayyidah Maimunah binti Harits
Halimah As Sa`diyyah
Ummu Sulaim
Ummu Haram binti Milhan
Ummu Alman Barakah Binti Tsa`labah
Fathimah binti Asad
Asm` binti Abu Bakar
Sumayyah binti Khutbah (Ummu `Ambar)
Ummu `Amarah Nusaibah binti Ka`ab
Ummu Hisyam binti Haritsah
Kabsyah Binti Rafi` ( Ummu Sa`ad)
Fathimah Binti Rasulullah