Sabtu, 12 April 2014

Teruntuk Almamater




Salam semangat penuh cinta untuk seluruh mahasiswa terutama mahasiswa kesehatan masyarakat di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, 

Untuk rekan-rekan dan adik-adik satu almamater Kesmas UAD, almamater orange yang akan menjadi kebanggaan kita. Karena, kalau bukan kita yang bangga, siapa lagi …

Sebentar lagi ujian. Sebuah rutinitas agenda akademik untuk mengukur bagaimana hasil belajar selama kita kuliah. Kenapa hasil belajar? Dan kenapa selama kita kuliah. 

Sejatinya, pekerjaan utama kita Mahasiswa sekarang adalah belajar, satu hal (belajar) yang sering dilupakan karena bisa jadi tujuan kita kuliah belum kuat. Apa itu kesmas? Apa untungnya belajar kesmas? Dan apa hubungannya kesmas untuk negri? Dan kenapa kita harus benar-benar menguasai apa itu ilmu kesmas sehingga bisa “bekerja” dalam kondisi layak suatu saat nanti. Maka bisa jadi PR untuk kita sekarang, sebelum semua terlambat, sebelum semua terlewat. 

Pernyataan kedua, kenapa hasil belajar selama kuliah? Maka perlu kita sadari bahwa ilmu dari semester satu sampai selanjutnya akan selalu bersinambung. Satu kesatuan tiap mata kuliah yang akan dipelajari tahap demi tahap akan menjadikan satu ilmu kesmas yang utuh. Sedari dulu itu rumus cross sectional, kohort, case control saat di berikan di semester 2 atau sebelumnya, akan sama di semester 6, bahkan 7 bahkan seterusnya. Analisis SWOT dalam sebuah organisasi, prinsip-prinsip untuk mengetahui posisi organisasi akan selalu sama. Ya, setiap waktu sebenarnya kita memiliki konsekuensi untuk semakin mendalaminya. 

Rekan-rekan dan adik-adik satu almamater Kesmas UAD 

Tahun 2015 adalah tahun pembuktian bahwa Indonesia harus mampu memiliki SDM yang ber-kapasitas. Termasuk seluruh tenaga kesehatan, tidak terkecuali tenaga kesehatan masyarakat yang harus mampu menguasai kompetensi untuk melakukan pelayanan kesehatan. Aku, kamu, dan kita semua. WTO (World Trade Organization) adalah sebuah perjanjian tata-perdagangan barang, jasa dan trade related intellectual property rights (TRIPS) atau hak atas kepemilikan intelektual yang terkait dengan perdagangan. Indonesia ikut perjanjian itu semenjak tahun 1995. Tahun 2015, tenaga kesehatan masyarakat dari manca negara akan masuk ke Indonesia, begitu sebaliknya. Maka hal yang perlu direnungi, sudahkah kita siap? 

Ujian Tengah Semester akan segera dimulai. Maka harapannya, UTS ini menjadi langkah kecil untuk mengukur kemampuan kita, serta tingkat kepahaman kita. Kalau kita lemah, tentu dunia akan memperdaya kita. Kalau kita berbuat buruk saat ujian, misal mencontek, sesungguhnya itu perbuatan menciderai diri kita sendiri.

 Untuk menghadapi hari esok yang lebih baik, pastinya kita mempersiapkan hari ini dengan cara yang baik, dan usaha terbaik. 

Selamat belajar,
Jaga semangat dan kesehatan, 

Keep Fight & Learn ...

Salam kontribusi tiada henti untuk Negri
-ISMKMI-



Kamis, 10 April 2014

Allah, Ajari untuk lelah dan payah, Agar Aku ikhlas




Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
(Tuhan Tahu Kita Mampu by Ali Sastra ft. The Jenggot)

Hanya kepada Allah kita berpasrah, memanjatkan segala lelah. Dengan begitu hati tetap terjaga, niat terus selalu teringat bahwa segala apapun akan sirna kecuali hanya tertuju kepada Allah. Niat urusan kita dengan Allah, sehingga sedikit saja hati memohon sebuah penilaian kepada makhluk terhadap apa yang kita lakukan, kholas. Selesai. 

Pernah merasa terpuruk? Dengan jalan yang sudah kau pilih. Pernah merasa capek? Dengan beban pundak yang kau rasakan berat. Pernah merasa ingin menghilang dengan apa yang harus dihadapi? Maka ingatlah Allah, sebaik-baik penguat hati kita. Dia, sebaik-baik “pundak” untuk meletakkan segala hati. 

Jalan cinta ini memang akan terasa nikmat ketika kita lelah. Ini aku sebut jalan cinta, bukanlah sembarang jalan. Sebuah jalan yang tak hanya meminta sedikit pengorbanan, tapi pikiranmu, fisikmu, waktumu, bahkan seluruh apa yang kamu miliki. Akan terkuras habis selayaknya seorang pedagang yang dagangannya habis dibeli pembeli. 

Di jalan ini, akan kita temui saat-saat kondisi yang membuat kita bimbang. Antara kebutuhan pribadi atau kebutuhan kolektif yang harus kita tunaikan. Akan ada saat ketika teman kita berjalan-jalan, sedang kita harus menghadiri forum-forum diskusi untuk sebuah langkah eksekusi. Ada saatnya pula, teman yang lain terlelap, kita masih harus terjaga dengan aktifitas tanggungjawab pekerjaan lain. Disaat yang lain layaknya berjalan normal untuk urusan-urusan akademis, kita harus berlari sekencang mungkin untuk menyamakan ritme agar kita pun tetap tak tertinggal. Pernahkah atau sudah merasakan?

Ada saatnya memang hati maupun fisik bisa lelah. Ia membutuhkan energi untuk tetap semangat.  Mungkin, dengan menjadi anak kecil yang selalu tersenyum dengan bahagia. Berlari sekencang mungkin dipelataran rerumput hijau mengejar kupu-kupu. Bermain ayunan, merasakan betapa banyaknya nikmat yang Allah kepada kita. 

Maka, yang perlu dilakukan ketika kita lelah dan merasa tak mampu, hanya butuh merenung. Mengingat segala apa yang Allah beri, mensyukuri setiap ketetapan apa yang ditetapkan kepada kita. Meningkatkan kualitas hubungan kita kepada Allah. Boleh jadi, hati lelah karena ia begitu jauh dengan Sang Pemilik hati. Mengingat sebuah mimpi-mimpi mulia yang hanya dapat didapatkan dengan kerja ikhlas, cerdas, dan kerja keras. Lelah itu nikmat ketika kita merasakan dengan sepenuh jiwa, hanya dengan lelah kita dapat merasakan, “Oh begini jalan sebuah cinta.” Cinta perjuangan dan kedudukan kemuliaan di hadapan-Nya. 

“Jangan bersedih,
 niscahya Allah mudahkan segala urusanmu karena engkau memudahkan urusan-Nya”
Tugas kita berdoa, berikhtiar terbaik dan terakhir menyerahkan segala hasil urusan kepada-Nya




Rabu, 05 Maret 2014

INDONESIA


INDONESIA. Aku mencintainya untuk sebuah Surga, kebahagiaan untuk selamanya. Ujung barat sampai ujung timur seraya menyimpan benih-benih perjuangan. Untuk Indonesia, untuk rakyat Indonesia, untuk Kesehatan Indonesia. Aku mencintainya karena sebuah ruh suci, untuk Indonesia sehat dari segala aspek kehidupan. Ruh itu bernama "Public Health."(Kuliah Seminar Kesehatan)

Salam Cinta, dari ISMKMI untuk Indonesia.
Merasakan begitu kebenaran atau kebaikan itu butuh stategi untuk ditegakkan