Kamis, 20 September 2012

Bergerak dan Menggerakkan

Ngeblog karena kepepet, yg sedang dilawan. Memang, jihad (baca:berjuang) yg lebih utama adalah melawan kemalasan struktural. Malas belajar, malas membaca, malas buka web internet yg ada ilmunya, malas sejenak saja berpikir menuliskan suara jiwa, pokoknya serba malas yg menumpuk jika tak segera di berantas akan menimbulkan suatu penyakit. Apa lagi mereka yg memiliki impian besar. Menggerakkan dunia dengan tiap potensi yang ia yakini. Tak perlu jauh2, kali ini aku akan ngebahas tentang menulis. mungkin sudah banyak literatur yg membahasnya. sampai-sampai kalau dikumpulkan artikel itu dan lantas diprint di rentalan terdekat, uang jatah makan habis terkuras mungkin. kalo pun pake print sendiri, lumayan akan menghabiskan tinta dan kertas. Temanya apa ya? sek, buka memori (hp). owh, kenapa menulis penting buatmu? ini aku sengaja pilih ini agar makin menguatkan diriku sendiri terlebih dahulu sebelum aku berkoar-koar membujuk semua orang yang didekatku tuk menulis. Gak lucukan ketika aku menyuruh, umpamanya untuk hidup sehat dengan gosok gigi setiap hari minimal 2 kali tapi yang nyuruh gak pernah gosok gigi. dalam dunia "pembujukan" atau bahasa abbot te dakwah, itu sama aja kita hanya dengan nafsu dalam berbuat. gak pakai ilmu. padahal, jika kita pingin sukses dunia, pakai ilmu, sukses akhirat, pakai ilmu. sukses dunia akhirat, pakai ilmu. jika kita menyuruh orang tapi kita tidak melakukan, berarti kita GAK TAU harusnya sebelum merubah orang lain, kita mengubah diri kita sendiri. Emangnya kita mau kalau kita nyuruh orang buat sholat, lagi seumpamanya, tapi gak sholat. dia masuk surga, kita masuk mana? semoga tidak. Intinya gini, Menulis bagiku penting kenapa? itu usahaku untuk mengubah diriku menjadi lebih dekat. Dekat dengan Allah, dengan teman-teman, dekat dengan orang kaya, orang miskin, oang jelata, orang konglomerat, anak2, adek2, ibu2, bapak2, dan tentu dekat dengan kalian yang membaca tulisan ini. semoga. tak perlu jauh-jauh terhadap apa yang harus kita benahi dalam hiruk pikuk dunia ini, kaena yang lebih dekat untuk kita perbaiki adalah diri kita sendiri.

Senin, 06 Agustus 2012

Kesungguhan (lagi)

ngeblog ah. berharap jadi satu langkah kecil untuk mewujudkan misi utama manusia diciptakan di bumi, yakni, mengemban amanah sebagai khalifah dibumi. dan tentu barang sebuah konsekuensi tak membutuhkan usaha yang ecek-ecek tuk mewujudkannya. tapi butuh keistiqomahan dan kesabaran karena Allah. ya, menjadi seorang jurnalis ummat :) amiin (i) ya yang baca, dan senyum wes, serius. satu hal yg sebenarnya bs jadikan Allah ridho atas apa yg kita lakukan. ya, kesungguhan atas apa yg kita lakukan. apapun itu. bukan kah agama ini tidak seharusnya jd maen-maen belaka. hal itu yg mustinya jadi tiap apa yg kita lakukan. tidak maen2. terhadap amanah, pekerjaan kecil, kuliah, kerjaan, pekerjaan besar, apa lagi berkaitan dengan hajat orang banyak. semua akan dipertanggungjwababkan. kalo mengingat saudara kita di Palestina saja berjuangkan keras untuk menumbuhkn kecintaan akan Din ini, akan Rasul, kepekaan ukhuwah, maka kenapa kita tidak bersungguh-sungguh dan segera begegas mengingat akan adanya hari pertanggungjwaban besok. untuk kemudian mulai sekarang, kenali Allah, dirimu,,Islam, Rasul,, malaikat,kitab Al-Quran, untuk kemudian kita secara cerdas menentukan prioritas2 pekerjaan shg bs totalitas dalam tiap pekerjaan. dan yakinlah, Allah menyukai orang2 yg berlelah2 untuk-Nya...

Senin, 25 Juni 2012

Dimanakah Aku ?

Ah, semakin lama, ternyata juga semakin tua. Konsekuensi logis sebagai manusia yang mengemban amanah kafillah dibumi, hendaknya makin dewasa dan iman di dada makin menancap kuat. Entah beberapa hari ini, kumerasakan pula pergulatan batin yang luar biasa. Ah apakah terlalu berlebihan tapi sungguh, aku harus segera bertaubat. Bagaimana tidak, bagi seorang pemula yang mempunyai impian tuk beri banyak kontribusi pada ummat, kadang ngerasa diri ini tak sungguh-sungguh. Entah mengenai niat yang tak lurus, komitmen yang tak kunjung istiqomah, butuh pemicu semangat tuk dakwah, astaghfirullah. Sungguh, aku makin kehilangan akan sejatinya diriku. Hingga, beberapa hari ini, aku harus menyelesaikan beberapa tumpukan pekerjaan karena itu tadi. Tak sungguh-sungguh dalam aktifitas. Sekedar rutinitas belaka. Tak ada ruh yang menjadikan passion itu benar hanya karena Allah. Entah bener atau enggak, yang kadang aku sibuk dengan pikiran yang justru berasal dari masalah akibat ulahku sendiri. segeralah bertaubat, let`s Go

Jumat, 18 Mei 2012

Kesucian Dakwah

Dakwah ini begitu suci. Bagi siapa yang menodainya, maka akan langsung berurusan dengan Allah. Barang siapa yang menjadikan dakwah ini sebagai sarana tujuan bukan karena Allah, maka Allah benar-benar HANYA akan memberikan sesuai yang ia tuju. Tak lebih. Padahal, jika engkau bersungguh-sungguh kepada-Nya, maka cukuplah ridha Allah sebagai penyerta mu tuk menggapai kesuksesan dunia akhirat. Bukan kah perdagangan dengan Allah itu lebih mulia? Bukankah Allah yang akan membayar seluruh kerja keras dan tiap desah nafas kelelahan dengan kenikmatan yang tak terbayangkan? Sungguh, Allah akan lebih professional membayar seluruh kerja kerasmu jika kau bersungguh-sungguh dakwah karena-Nya.. (annafi`ahfirdaus)

*dia karena Dia

Tak pandai beretorika, kuakui. Tapi ini benar-benar menjadi keresahan luar biasa. Keresahan yang aku pikir sudah tak wajar. Sudah cukup lama, tapi hati ini kadang sulit diajak kompromi. Sudah cukup dengan alasan itu adalah fitrahnya hati, karena aku rasa ini sangat mengganggu perjalananku. Aku akui, dia memang lumayan. Lumayan agama, penampilan, pekerjaan, dan lumayan-lumayan yang lain. Apalagi yang membuat aku cukup terkagum ia adalah orang yang cukup berpengaruh dalam dakwah. Ya, berpengaruh dalam dakwah, yang sering menjadi alasan akan kekuatan dakwah bisa kokoh jika bersatu. Ah, itu pikiran yang sungguh aku takut juga akan menodai dakwah ini. Astaghfirullah… Tapi, jika hati bertanya sudah siap menikah? Ah, pertanyaan yang begitu beraat untuk dijawab pula oleh hati terdalam. Merasa masih banyak dari diri yang belum bisa berkontribusi untuk ummat, memang juga pantas untuknya? Dakwah dengan menulis saja masih saja dengan passion yang rendah. Intinya, apa memang sudah pantas? Ah, retorika yang basi jika berkutat masalah cinta pada lawan jenis. Bukankah ber-retorika tentang Cinta kepada Allah, orangtua, ummat akan lebih mulia jika memang hati ini belum siap menikah? Kesungguhan ber-retorika yang suci ini bukan kah akan berefekkan pada yang lain? dia yang sempat menjadi memori pemblokir pikiran, tetapi dia bisa menjadi sebuah berhala yang menjadikan ibadah tak karena-Nya. Na`udzubillah… yang susah dalam dakwah ini adalah menjaga niat. dia karena dia: sebaik-baik pilihan yang tak menjerumuskan (af)

Minggu, 08 April 2012

Aku

Hari ini aku termenung. Sudah sejauh manakah aku berjalan tuk mengarungi kehidupan didunia ini. Sudah diposisi mana aku mencapai sebuah impian. Impian yang menjadi bara-bara api semangat tuk tetap menjalani kerasnya hidup. Entah aku yang salah setiap mempersepsikan jalan hidupku, atau memang Allah sangatlah begitu sayangnya padaku, hingga Dia memberikanku jalan hidup yang terkadang,”Allah, aku tak sanggup, aku sudah tak kuat dengan jalan yang kau berikan. Apa aku salah jika selalu menyalahkan keadaan tiap mengemban amanah?”. Begitu pikiranku terlintas tiap kelelahan jiwa dan fisik menghampiri.

Tuk membangkitkan semangat, terinspirasi dengan sebuah video bahwa “janganlah jadi penonton, tapi jadilah pemain kehidupan, semua orang bisa jadi penonton.” Ya, emang bener. Tuk jadi pemain kehidupan tak mudah, butuh perjuangan yang juga besar. Impian yang layak diperjuangkan:surga, tak mudah. Dengan jadi pemain kehidupan, kita akan bisa melesakkan goal teindah: kemenangan hakiki.

Allah, aku berharap tiap langkahku kau nilai menjadi amal yaumi yang mengantarkanku menuju-Mu, tiada yang lain. Allah, aku percaya bahwa Engkau ingin mengajarkanku akan pentingnya kesungguhan dalam proses.Kesungguhan yang akan mengantarkan pada keberhasilan. Aku percaya Engkau mengingikanku dalam keistiqomahan, hal yang akan menjadikan keberuntungan tetap berpihak. Aku percaya bahwa Engkau akan menolongku tiap ujian-Mu, memudahkan tiap kesukaran-Mu.

Robb, ijinkan aku benar-benar memaknai sebuah proses ini, tuk menggapai sebuah tingkatan taqwa terbaik menurut-Mu. Ijinkan aku tuk bisa berkontribusi tuk ummat. Jadikan aku salah satu orang yang akan memakmurkan nama-Mu di hamparan bumi-Mu ini.

Aku hanyalah makhluk kecil yang tak berdaya, aku begitu membutuhkanMu dalam tiap nafas desahku. Ampuni aku. Begitu pula dengan bapak ibuku, ampuni mereka. Orang-orang yang menguatkan: Team Writing Nah! (aku rindu kita bisa mengguncang dunia dengan karya kita: `ainun nahar, eko mega, deniz dinamiz, m.fatan, mahfud dan mz amin, ane butuh bimbingan), sm@rt syuhada: aku rindu kita juga mengguncang dunia dengan idealism kita sebagai muslim(tim event: mb dita, mz.dimas,mbk encha, mbk unik, temen yg lain:mb dini, mb sutri, mb afi,et all), dan temen2 kampus yg memaksaku tuk berkembang lebih cepat. Afwan temen2 kampus. Limpahkanlah mereka dengan karunia-Mu.

Amin
Semoga kita di pertemukan dalam keindahan Surga, karena ukhuwah kita!

Minggu, 19 Februari 2012

EFEK KESUNGGUHAN

Ujian, kemaren semangat deh pas UTS. tapi kenapa pas UAS kali ini bener2 merasa ga semangat. Pa karena efek kecapekkan. Ah, apakah itu hanya sekedar alasan doang buat membela diri. Padahal kalo dimanage dengan baik, tentunya engga akan kayak gini.

**Pas ngerjain diruangan, seharian kemaren ngapain aja sih, soal kayak gini aja ga bisa. Udah di kasih tau kisi2, tapi kok ya ga di hapal2. Apa mau bergulat lagi dengan alasan dakwah? acara ini lah, itulah, yang memang si menguras tenaga dan pikirn, tentunya uang deng. uhh, memang musti di balikkan lagi gmana sih sebenarnya apa itu arti dakwah. Ya, amal ma`ruf nahi munkar. mengajak orang lain dlam kebaikan. And tentunya ada hadis, yang intinya menyeru diri sendiri dulu baru terus nyeru ke orang lain. Menyuruh orang lain berbuat kebaikan, masak yang nyeru enggak melakukan itu. KAN ANEH? (iklan apa ya, hehe)

lagi dan lagi, emang kesungguhan deh yang akan menentukan suksesnya ujian, anak aktifis kok kagak prestatif…IRONIS. Alloh menciptakan kamu dalam sebaik2 penciptaan lho, kamu engga bersyukur?

ini hanya sepenggal kisahku yang ingin dilanjutkan ngesok ceritanya dengan kondisi lebih baik. Belajar dan belajar. belajar lagi, (1) untuk nulis dan nulis, minimal jadi diri sendiri, entah bentuk tulisan atau apapun itu, yang penting niatnya belajar. (2), aktifis musti prestatif..

iya nggak ???

aukhhh, biasanya tulisan ku bahasana nggak kayak gini, tapi namanya lagi belajar, buat tidak hanya memikirkan keindahan dari tulisan namun, gmana isi yang mau disampaikan.

###surga dan kesenangan dunia adalah efek dari kesungguhan tiap apa yang kita lakukan, dan tentunya karena ALLOH azza wa jalla###

3 Robbiul Awal 1433H